Udah didesak2 sama chichi buat cerita tentang SAP di blog.
Karna gw pegang modul SD (Sales and Distribution) di SAP, jadi ceritanya ya gak jauh2 tentang itu
Proses yang gw ceritakan disini lebih cenderung ke special case, untuk proses2 lain, proses yang berkaitan ama modul MM, dan pengenalan tentang SAP bisa dibaca di chichi
Third Party Order Processing.
Third Party Order Processing masuk ke dalam Cross Aplication Business Process in SD & MM.
Di dalam 3rd party order processing, terdapat proses pembuatan Sales Order Third Party.
Sales Order ini digunakan untuk penjualan dengan metode trading.
Maksudnya disini, ketika perusahaan akan melakukan penjualan kepada customer, namun perusahaan tidak memiliki stok "Produk" yang akan dijual, maka perusahaan akan melakukan proses pembuatan Sales Order Third Party. Salah satu keunggulan proses ini adaah terbentuknya PR secara otomatis dari pembuatan sales order.


Gambar diatas menjelaskan langkah langkah yang digunakan pada Third Party Order Processing
Step1: Customer melakukan Order. Maka perusahaan akan membuat Sales Order type Third Party dengan item category TAS.
Step2: PR (Purchase Requitition) akan otomatis terbentuk ketika Sales Order disimpan. PR tersebut dapat diproses menjadi PO yang akan diberikan kepada vendor. Setelah PO diproses oleh vendor, maka Vendor akan mengirim "Produk" yang dipesan pada customer.
Step3: Jika "produk" telah diterima oleh Customer, maka Vendor akan memberikan Delivery Report pada perusahaan.
Step 4: Billing (Penagihan) dilakukan setelah memberi Delivery Report pada perusahaan.
Step 5: Setelah menerima Billing document (invoice) dari vendor, maka perusahaan dapat melakukan proses billing terhadap customer.




1 comment:
great post. thank for share. I really need something like this.
and dont forget to pay a visit here
Poskan Komentar